BPOM sudah finalisasi regulasi kimia BPA, bagaimana nasib galon isi ulang?

Dutakonten.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyelesaikan tahap harmonisasi program pelabelan kimia Bisphenol A (BPA) dalam kemasan air minum.

“Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah menerbitkan surat penyelesaian harmonisasi,” kata Deputi Pengawas Makanan Olahan BPOM RI Rita Endang, Minggu (30/1/2022).

Ia juga menjelaskan, surat tersebut merupakan lanjutan dari pemaparan draft Resolusi BPOM tentang proses harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan HAM pada 15 Desember 2021 yang dihadiri perwakilan Sekretariat Kabinet, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Perlindungan Hak Konsumen dan unit kerja terkait di lingkungan BPOM.

Menurut Rita, dalam penyusunan rancangan peraturan tentang pelabelan BPA pada kemasan air minum, BPOM secara aktif melibatkan pemangku kepentingan terkait, seperti para ahli dan ilmuwan dari perguruan tinggi, perwakilan kementerian/lembaga terkait, asosiasi bisnis, organisasi publik, konsumen, laboratorium dan dinas terkait. unit. . , di lingkungan BPOM.

Baca juga:
Vaksinasi Covid-19 untuk anak 6-11 tahun, BPOM: Sinopharm sedang dipelajari

Menurut Rita, RUU BPOM tentang pelabelan makanan olahan didukung Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Balai Kimia dan Pengemasan Kementerian Perindustrian. . , pakar keamanan pangan IPB, Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UI, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Ketua Ikatan Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Ketua Organisasi Wartawan Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL) dan Ketua Komite Nasional Perlindungan Anak.

Rita mengatakan BPOM juga mendengarkan pandangan berbagai pemangku kepentingan, seperti petisi publik 1 Januari 2021 di situs web change.org berjudul “Ban Bisphenol A (BPA) di semua kemasan makanan dan minuman”, “BPOM selamatkan bayi kita dari racun bisphenol A (BPA)”, “Anggota Komisi IX DNR RI mengimbau BPO mengeluarkan larangan penggunaan BPA pada kemasan plastik makanan dan galon.”

Selain itu, kontribusi juga diterima dari YLKI berdasarkan dialog publik tentang keamanan kemasan makanan berbahan baku plastik yang mengandung unsur BPA, bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia dan Departemen Gizi Kementerian Kesehatan pada 6 Oktober. , 2021.

“Selama tahun 2021, BPOM menyelenggarakan 27 dialog publik dengan kementerian/departemen terkait, asosiasi bisnis, kelompok pakar, dan organisasi publik,” katanya.

Rita mengatakan, program penandaan BPA pada kemasan air minum juga telah melalui tahap konsultasi publik pada 29 November 2021 yang dihadiri oleh Kementerian Kesehatan, BPKN, Kementerian Perindustrian, pakar keamanan pangan dari IPB, FIA UI, Ketua Umum YLKI, Ketua Umum Ikatan Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Ketua Umum Ikatan Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Jurnalis Peduli Kesehatan dan Lingkungan (JPKL), dan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak.

Baca juga:
Antisipasi Gelombang Omicron, BPOM Beri Otorisasi Molnupiravir

“Tujuan utama dari label ini adalah untuk melindungi kesehatan masyarakat. Selain itu juga melindungi pelaku usaha dan pemerintah dari potensi tuntutan masyarakat di kemudian hari,” ujarnya.

.