Bupati Sambasa mencabut izin toko retail yang tidak mau menjual beras hasil panen warga

Dutakonten.com – Bupati Sambasa Kalimantan Barat Satono mengancam akan mencabut izin toko eceran yang beroperasi di wilayahnya jika tidak mau menjual beras petani Sambasa.

“Rencana pemerintah untuk menjual beras premium petani Sambas ke toko-toko eceran sebagai upaya pemerintah memberikan sektor pengolahan kepada petani harus didukung semua pihak, termasuk pengusaha. Ini niat baik untuk membantu petani Sambas, saya pikir semua orang menyambut mereka. Mereka mendukung termasuk Indomaret dan Alfamart jika tidak. Kami mau cabut izinnya,” ujarnya saat dihubungi di Sambas, Minggu (30 Januari 2022).

One Village One Product (OVOP) merupakan salah satu dari sembilan program unggulan Satono-Rofi. Hasil panen padi yang melimpah bagi para petani di Kabupaten Sambas dapat dijadikan sebagai beras kualitas tinggi untuk produk desa yang berkualitas tinggi untuk dijadikan OVOP.

“Salah satu dari sembilan program unggulan Satono-Rofi yaitu OVOP. Sambas adalah lumbung padi, lumbung padi, sehingga bisa sangat membantu para petani di Kabupaten Sambas. Tidak hanya untuk pangan, tetapi juga untuk meningkatkan perekonomian mereka. Jadi kita cari sektor hilirnya,” ujarnya.

Baca juga:
Cabul! Kakek di Paloh Kabuli Anak Di Bawah Umur, Korban Ditemani 2 Ribu Rupiah

Salah satu upaya pemerintah untuk membekali petani dengan sektor teknologi yang lebih rendah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pertama, mewajibkan seluruh pegawai negeri sipil (PNS) membeli beras dari petani setempat, kata orang nomor satu di Kabupaten Sambas itu.

“Pertama kita kemas, dorong melalui koperasi, seluruh pegawai pemerintah yang jumlahnya melebihi 6.000 orang, kita wajib membeli beras dari petani Sambas. Kemudian toko retail seperti Indomaret dan Alfamart yang diminta mewajibkan petani Sambas menjual beras,” ujarnya.

“Saat ini Pemkab Sambas sedang menyusun regulasi agar kebijakan tersebut berdasarkan undang-undang,” jelasnya.

Santono menambahkan, beras petani lokal harus dikemas sebaik mungkin untuk menjaga kualitas agar beras lokal premium yang dijual di toko eceran dapat bersaing dengan beras premium lainnya.

Baca juga:
menjadi viral! Warga samba sudah mengumpulkan koin selama 3 tahun, hasilnya bisa bikin mati

.