Mereka membentuk tulang punggung perekonomian nasional

Dutakonten.com – Dinas Perhubungan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Tanjung Emas Semarang meluncurkan program Seamen’s Book on Campus.

Program ini bertujuan untuk menghilangkan kemacetan dalam proses penyusunan Sailor’s Book dengan cara mendapatkan bola dan langsung mendatangi sekolah pelayaran agar proses pengajuan surat kabar maritim lebih mudah, cepat dan mengurangi antrian.

Plt (Plt) Dirjen Pelayaran Arif Toha dalam acara media menyampaikan bahwa Nautical Book ini akan menjadi dokumen resmi dan identitas para pelaut yang akan bekerja di kapal.

“Ditjen Perhubungan Laut sangat mendukung program Buku Pelaut Kampus karena program ini merupakan inovasi pelayanan publik yang digagas oleh agen perubahan Kementerian Perhubungan yang berasal dari KSOP Kelas I Tanjung Emas yaitu Tawfik Abadi,” kata Arif. dalam keterangan persnya, Minggu (30/1/2022).

Baca juga:
Gaji kru kapal pesiar ternyata sangat tinggi, ini adalah persyaratan untuk lulus wawancara

Kedepannya, Arif berharap program serupa dapat diterapkan di UPT Ditjen Perhubungan Laut di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kenyamanan, kecepatan pelayanan dan menekan biaya bagi pengguna jasa.

“Pelaut adalah pekerja kunci yang berperan penting sebagai tulang punggung perekonomian negara. Untuk itu, Ditjen Perhubungan Laut akan terus mendukung dan memfasilitasi pelayanan pelaut Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Pelayaran dan Kelautan Ahmad Wahid menjelaskan kewenangan penerbitan Buku Pelaut tersebut, sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. km. 30 Tahun 2008 tentang Dokumen Identitas Pelaut dan Peraturan Direktur Jenderal No. rumah sakit. 103/3/18/DJPL-16 tentang Pelayanan Publik Bidang Kemaritiman dengan Sistem Informasi Buku Pelaut.

“Pada kurikulum/kurikulum yang sudah ada, pelaksanaan pembuatan buku pelaut terjadi hampir bersamaan, sehingga terjadi antrian yang agak panjang dalam proses pelaksanaan dan pembuatan buku pelaut online,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengapresiasi program Goes To Campus Book yang dinilai telah membantu memecahkan berbagai masalah yang sering dihadapi taruna dalam proses pembuatan Buku Pelaut.

Baca juga:
Pembangunan gedung terminal penumpang di pelabuhan Sanur di Bali dimulai.

Rencananya Program Goes To Campus Seaman’s Books dapat dilaksanakan di seluruh agen pelayaran di seluruh Indonesia sehingga tidak ada sekolah pelayaran yang kesulitan mengakses Seaman’s Book Online.

.